Ramadhani, Talitha Nirmala (2024) Analisis Nilai Tambah Dalam Rantai Pasok Salak (Studi Kasus: Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung) (TA.16.18.24.105). Sarjana thesis, Universitas Logistik & Bisnis Internasional.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Indonesia, sebagai negara tropis, memiliki sektor pertanian yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian, didukung oleh sumber daya alam yang melimpah. Buah salak menjadi komoditas pertanian utama dengan rantai pasok yang melibatkan petani, pengepul kecil, pengepul besar, dan pengecer. Meskipun pendapatan pelaku dalam rantai pasok bervariasi, pendapatan petani cenderung rendah disebabkan oleh biaya produksi tinggi, praktik pemeliharaan yang tidak optimal, perbedaan ukuran lahan, fluktuasi iklim, serta serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan aktor/pelaku pada rantai pasok salak di Kecamatan Sumberejo – Lampung. Metode analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini mencakup value chain, penambahan nilai (Hayami), dan evaluasi finansial (Npv, Net B/C Rasio, Gross B/C Rasio, Irr, dan Payback Period). Dalam analisis Value Chain pada produksi buah salak di Kecamatan Sumberejo, teridentifikasi peran utama pelaku dalam rantai nilai tersebut. Petani memiliki peran kunci dalam budidaya salak. Pengepul kecil mengumpulkan, mengangkut, dan mengirimkan buah salak dari perkebunan petani kepada pedagang pengumpul besar. Selanjutnya, pengepul besar bertanggung jawab atas pengumpulan salak dari pengepul kecil, serta melakukan pembersihan, sortasi, pengemasan, dan pengiriman salak ke pengecer. Pengecer berperan dalam mengumpulkan salak dari pengepul besar dan menjualnya kepada konsumen akhir. Ini menunjukkan bagaimana masing-masing pelaku memiliki peran spesifik dalam rantai nilai produksi buah salak. Dalam rantai pasok buah salak, nilai tambah yang diberikan oleh pelaku berbeda. Petani memberikan nilai tambah sebesar Rp 20.947/kg, pengepul kecil Rp 2.500/kg, pengepul besar Rp 1.960/kg, dan pengecer Rp 580/kg. Keuntungan yang diperoleh juga bervariasi, dengan petani mendapatkan Rp 5.216/kg, pengepul kecil Rp 1.700/kg, pengepul besar Rp 1.360/kg, dan pengecer Rp 480/kg. Perbedaan ini mencerminkan kontribusi ekonomi masing-masing pelaku dalam rantai pasok buah salak. Pengolahan buah salak menjadi keripik menghasilkan keuntungan sebesar Rp 20.950 per bungkus, sementara dodol salak menghasilkan keuntungan sebesar Rp 21.310 per bungkus, dan manisan salak menghasilkan keuntungan sebesar Rp 18.160 per cup. Berdasarkan hasil evaluasi kelayakan finansial terhadap usaha keripik salak, dodol salak, dan manisan salak, disimpulkan bahwa usaha dodol salak merupakan alternatif yang paling menguntungkan. Investasi dalam dodol salak menunjukkan tingkat pengembalian yang memuaskan, dengan suku bunga 5%. NPV mencapai Rp 13.696.413, Net B/C sebesar 3,97, Gross B/C sebesar 1,23, IRR mencapai 92%, dan periode pengembalian modal (Payback Period) adalah 2 tahun. Oleh karena itu, disarankan untuk mengejar pengembangan usaha dodol salak sebagai langkah yang bijaksana. Kata Kunci: Salak, Rantai Pasok, Rantai Nilai, Nilai Tambah, Kelayakan Finansial
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management |
| Divisions: | School of Logistics and Transport > Manajemen Logistik S1 |
| Depositing User: | najla awalia p |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 06:53 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 06:53 |
| URI: | http://eprints.ulbi.ac.id/id/eprint/3083 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
