MODEL KONSEPTUAL PENGHAMBAT ADOPSI ZERO WASTE PACKAGING OLEH USAHA MIKRO DAN KECIL (UMK) DI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS: USAHA MIKRO DAN KECIL JENIS KULINER/MAKANAN) (TA.15.25.002)

Yulianti, Adellia Tasya (2024) MODEL KONSEPTUAL PENGHAMBAT ADOPSI ZERO WASTE PACKAGING OLEH USAHA MIKRO DAN KECIL (UMK) DI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS: USAHA MIKRO DAN KECIL JENIS KULINER/MAKANAN) (TA.15.25.002). Sarjana thesis, Universitas Logistik dan Bisnis Internasional.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kemasan bukan hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mengurangi limbah plastik. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada Tahun 2024, komposisi sampah plastik di Indonesia mencapai 18,89% dan sebagian besar penggunaan plastik di Indonesia dialokasikan untuk produksi kemasan dengan persentase mencapai 34,88%. Adapun jumlah pelaku UMKM di Kota Bandung pada tahun 2023 mencapai 1.009 unit dan UMKM yang menggunakan kemasan ramah lingkungan hanya mencapai 6%. Melalui fenomena ini, zero waste packaging menjadi solusi inovatif untuk mengurangi dampak negatif kemasan plastik terhadap lingkungan. Dengan mengadopsi zero waste packaging, pelaku usaha dapat mendukung prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam implementasi zero waste packaging adalah Usaha Mikro dan Kecil (UMK), terutama di bidang kuliner khususnya makanan sebab UMK Kuliner mendominasi struktur keseluruhan UMKM di Kota Bandung. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam menggunakan zero waste packaging, mengetahui hambatan yang paling dominan serta mengetahui hubungan atau pengaruh antar hambatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam ke UMK Makanan di Kota Bandung yang belum menerapkan zero waste packaging. Wawancara dilakukan kepada 3 narasumber, lalu data hasil wawancara tersebut diolah menggunakan Grounded Theory dan dianalisis menggunakan Interpretative Structural Modeling (ISM) serta Matrix of Cross Impact Multiplication Applied to Classification (MICMAC). Hasil penelitian ini ditemukan 8 faktor penghambat, diantaranya ialah Lack of Knowledge and Education, Supply Chain Complexity, High Production Cost, Low Return On Investment, Government Regulation, Consumer Perception, Culture/Habit, serta Business Owners’ Perception. Diantara 8 faktor penghambat, faktor yang paling dominan ialah Lack of Knowledge and Education dari pelaku UMK. Faktor-faktor penghambat tersebut saling mempengaruhi dan dipengaruhi, di mana Lack of Knowledge and Education dan Business Owners’ Perception merupakan faktor independent. High Production Cost dan Low Return On Investment merupakan faktor dependent. Serta Supply Chain Complexity, Government Regulation, Consumer Perception dan Culture/Habit merupakan faktor autonomous. Kata Kunci: Zero Waste Packaging, Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Hambatan Adopsi Zero Waste Packaging, Coding, Interpretative Structural Modeling (ISM), Matrix of Cross Impact Multiplication Applied to Classification (MICMAC)

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: School of Logistics and Transport > Manajemen Logistik S1
Depositing User: Az Zahra Syarifa
Date Deposited: 22 Jun 2026 07:07
Last Modified: 22 Jun 2026 07:07
URI: http://eprints.ulbi.ac.id/id/eprint/3186

Actions (login required)

View Item View Item