Rahmatullah, Ahmad Juli (2024) ANALISIS RISIKO DAN MITIGASI RISIKO PADA BUDIDAYA IKAN NILA DENGAN METODE HOUSE OF RISK (HOR)(TA.16.20.24.71) RISK ANALYSIS AND RISK MITIGATION IN TILA FISH CULTIVATION USING THE HOUSE OF RISK (HOR) METHOD (TA.16.20.24.71). Sarjana thesis, Universitas Logistik dan Bisnis Internasional.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK Pembudidaya ikan yang saya teliti memiliki tiga jenis kolam, yang pertama memiliki luas kolam 1.400 m2 untuk benih yang 90.000, sedangkan yang kedua dan ketiga memiliki luas 21.000 m2 untuk benih sebanyak 100.000. Untuk kedalaman airnya dari 1,5 m – 1,8 m. Untuk pembelian benih ikan berlokasi di daerah wanayasa dan kalijati. Begitu juga dengan jenis ikan nila nya ada tiga, ada ikan nila black prima, nila nirwana, dan nila merah bangkok. Pakan yang digunakan oleh pembudidaya adalah pakan dari PT Central Pangan Pertiwi (CPP) yang berlokasi di Karawang dengan harga Rp. 500.000/karung dengan isi 40 kg. Penelitian ini mengkaji budidaya ikan nila di Kampung Cikondang yang menghadapi berbagai risiko, termasuk ketidakpastian harga jual, serangan hama, dan manajemen kualitas yang kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang ada, serta mencari solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas budidaya ikan nila. Metode House of Risk (HOR) adalah metode penilaian risiko rantai pasok yang memiliki dua fase pengolahan data, yaitu yang pertama adalah penilaian dengan HOR fase 1 untuk mendapatkan sumber risiko prioritas untuk diberikan tindakan mitigasi. Kemudian yang kedua adalah penilaian dengan HOR fase 2 untuk mendapatkan alternatif penerapan tindakan mitigasi risiko. Penilaian risiko ini juga menggunakan diagram pareto untuk membantu memilih sumber risiko prioritas. Hasil penelitian mengungkapkan 12 kejadian risiko dan 17 agen risiko dalam rantai pasok budidaya ikan nila, dengan prioritas penanganan risiko berdasarkan nilai Aggregate Risk Priority (ARP). Faktor risiko utama meliputi kesalahan dalam jadwal penaburan bibit, kenaikan harga pakan dan obat, serta kualitas teknik panen. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penanganan risiko prioritas yang telah diidentifikasi untuk meningkatkan keberhasilan budidaya ikan nila. Dengan pendekatan yang sistematis, penelitian ini memberikan panduan mitigasi risiko yang dapat diterapkan untuk meminimalisir dampak negatif pada produksi dan distribusi ikan nila di Kampung Cikondang. Kata Kunci: Budidaya ikan, Manajemen Risiko, Manajemen Rantai Pasok House of Risk ABSTRACT The fish farmer I researched has three types of ponds, the first has a pond area of 1,400 m2 for 90,000 fry, while the second and third have an area of 21,000 m2 for 100,000 fry. The water depth is from 1.5 m – 1.8 m. To purchase fish seeds, it is located in the Wanayasa and Kalijati areas. Likewise, there are three types of tilapia, namely black prime tilapia, nirvana tilapia, and bangkok red tilapia. The feed used by cultivators is feed from PT Central Pangan Pertiwi (CPP) located in Karawang at a price of Rp. 500,000/sack containing 40 kg. This research examines tilapia cultivation in Cikondang Village which faces various risks, including uncertainty in selling prices, pest attacks and sub-optimal quality management. The aim of this research is to identify and analyze existing risks, as well as find solutions to increase the efficiency and effectiveness of tilapia farming. The House of Risk (HOR) method is a supply chain risk assessment method that has two data processing phases, namely the first is an assessment with HOR phase 1 to obtain priority risk sources for mitigation actions. Then the second is an assessment with HOR phase 2 to obtain alternative implementation of risk mitigation measures. This risk assessment also uses the Pareto diagram to help select priority risk sources. The research results revealed 12 risk events and 17 risk agents in the tilapia farming supply chain, with risk management priorities based on the Aggregate Risk Priority (ARP) value. The main risk factors include errors in seed sowing schedules, increases in feed and medicine prices, and the quality of harvest techniques. The conclusions of this research emphasize the importance of addressing the priority risks that have been identified to increase the success of tilapia cultivation. With a systematic approach, this research provides risk mitigation guidelines that can be applied to minimize negative impacts on tilapia production and distribution in Cikondang Village. Keywords: Fish farming, Risk Management, Supply Chain Management House of Risk
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management |
| Divisions: | School of Logistics and Transport > Manajemen Logistik S1 |
| Depositing User: | Daffa Tandhika |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 09:34 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 09:34 |
| URI: | http://eprints.ulbi.ac.id/id/eprint/3113 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
